Jul 17, 2019 @ 12:39
Uang

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil
263Views

Bagaimana cara menghitung BEP usaha kecil? Sebelum membahasnya, mari kita bahas apa pengertian BEP itu sendiri. BEP merupakan kependekan dari Break Even Point, yakni sebagai salah satu bagian dari teknik analisis laporan keuangan. Tujuan analisis BEP ini yaitu untuk mengetahui kesuksesan manajemen perusahaan saat mencapai target sales atau penjualan yang sudah ditetapkan. Dikarenakan perannya sangat penting, wajar jika banyak orang yang ingin mengetahui perhitungan BEP dengan benar.

Definisi BEP

Break Even Poin (BEP) ialah titik dimana sebuah bisnis atau perusahaan dalam kondisi belum mendapatkan keuntungan, tapi tidak juga merugi. Jadi, bisa diartikan bahwa BEP merupakan sebuah analisis dalam mencari dan menentukan jumlah barang maupun jasa yang ditawarkan kepada konsumen dengan harga tertentu untuk menutupi semua biaya yang dikeluarkan dan mendapatkan keuntungan.

Selain itu, BEP juga biasa disebut sebagai kondisi operasional perusahaan, yang menggambarkan perusahaan tersebut belum mendapatkan laba, tetapi juga tidak merugi. BEP memang digunakan untuk menganalisa apakah perusahaan sudah mencapai BEP tersebut ataukah tidak. Namun analisa BEP ini juga dapat dipergunakan untuk mengetahui tingkatan volume penjualan serta hubungannya dengan kecenderungan mendapat keuntungan berdasarkan tingkat penjualan.

Apa Saja Fungsi BEP?

Analisis BEP memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

  • Sebuah alat perencanaan sales/penjualan dan perencanaan produksi, agar minimalnya perusahaan tidak merugi.
  • Menganalisis perubahan pada harga pokok, harga jual, serta besarnya tingkat produksi atau hasil penjualan.
  • Menjaga dan mengukur agar tingkat produksi dan penjualan tak lebih rendah dari nilai BEP.
  • Menetapkan nilai penjualan yang perlu dicapai agar mendapatkan laba/keuntungan yang sudah direncanakan. Hal ini juga dapat diartikan bahwa produksi harus ditentukan untuk memperoleh keuntungan tersebut.
  • Mengetahui jumlah minimum penjualan yang wajib dipertahankan agar perusahaan tak mengalami kerugian. Adapun jumlah minimum penjualan di sini artinya ialah jumlah produksi secara minimum yang perlu dibuat perusahaan.

Komponen BEP

  • Fixed Cost, adalah biaya konstan atau tetap. Biaya ini tak berpengaruh terhadap kegiatan produksi langsung.
  • Variabel cost, merupakan komponen biaya yang sifatnya dinamis. Memiliki pengertian sebagai jumlah biaya per unit dan tergantung dari tingkat produksinya. Jika produksi meningkat, biasanya variabel cost pun akan meningkat. Seperti biaya listrik, biaya upah karyawan, bahan baku, dan sebagainya.
  • Selling Price, adalah harga jual tiap unit barang dan jasa yang sudah diproduksi serta siap dijual
  • Rumus BEP, umumnya terbagi ke dalam 2 bagian yaitu rumus BEP dasar penjualan dan rumus BEP dasar unit. Metode-metode tersebut sering dipergunakan untuk menentukan BEP.

Lalu, Bagaimana Cara Menghitung BEP Usaha Kecil?

Agar lebih jelasnya, kita bisa membahas contoh soal perhitungan BEP. Berikut cara menghitung BEP usaha kecil!

Contohnya, ada pengusaha baru/startup yang membangun usaha pabrik kaos. Tiap bulannya pabrik tersebut berhasil memproduksi 100 kaos. Sementara harga tiap kaosnya Rp100.000. Dengan biaya variabel tiap kaosnya rata-rata sekitar Rp. 50.000, lalu rata-rata pengeluaran tetap tahunan Rp. 5.000.000.

Lalu pertanyaannya, berapa banyak jumlah sepatu yang perlu diproduksi lalu berapa harga per kaos untuk mencapai BEP? Adapun penyelesaiannya bisa disimak berikut ini.

Langkah pertama, sebaiknya hitung jumlah kaos yang perlu diproduksi terlebih dulu agar mencapai BEP.

Rumus BEP UNIT Produk : FC/(P-VC)

FC : Fixed Cost/Biaya Tetap

P : Price

VC : Variable Cost

Jadi, BEP Unit produknya = 5000.000/(100.000 – 50.000) = 100 buah kaos

BEP Unit Rupiah = FC/(1-(VC/P))

Jadi =  5.000.000/(1-(50.000/100.000)) = 10.000.000

Maka perusahaan kaos tersebut, harus mendapatkan keuntungan/omset mencapai Rp.10.000.000 agar mencapai nilai BEP.

Adapun untuk membuktikan cara menghitung bep usaha kecil tersebut benar ialah dengan cara mengalikan antara unit BEP dengan harga jual tiap unitnya.

Jadi, BEP = 100 x Rp.100.000 = RP. 10.000.000

Sumber : http://carasiumi.com/cara-menghitung-bep/

Sumber : http://www.cara.aimyaya.com/2014/10/cara-menghitung-bep-titik-impas-usaha-bisnis.html